Laila Nurfitri, pasien anak dari Lampung, pada tahun 2021 saat usianya 15 tahun didiagnosa Hiperinsulinemia Hipoglikemia.
Kemudian, pada tahun 2022 dirujuk berobat ke Jakarta dan tinggal di Rumah Harapan Indonesia.
Untuk menjalani penegakan diagnosa, tim dokter banyak melakukan serangkaian pemeriksaan seperti : Cek Genetik, MRI. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter memutuskan untuk melakukan rapat khusus untuk kasus yang diderita Laila dan keputusan yang didapatkan adalah Laila harus menjalani tindakan operasi pemotongan pankreas.
Pada bulan Februari 2023, akhirnya Laila menjalani operasi pemotongan pankreas sebesar 80% sehingga saat ini Laila hanya memiliki 20% organ pankreas. Masa pemulihan paska operasi tersebut cukup lama, Laila dirawat di RS selama dua setengah bulan dikarenakan ada infeksi dan cukup sulit untuk lepas Oxygen. Laila pun sempat melakukan ERCP yaitu prosedur yang dilakukan untuk mengatasi gangguan di pankreas, saluran empedu dan kandungan empedu.
Sumber semangat Laila adalah Mama dan keluarga, serta Rumah Harapan Indonesia yang juga banyak support selama menjalani pengobatan. Semangat juang dan semangat sembuh Laila sangatlah tinggi. Laila pantang menyerah.
Banyak kenangan suka dan duka selama Laila tinggal di RHI. Banyak cerita, canda dan tawa saat bermain bersama adik-adik dampingan RHI serta Laila merasa senang ketika ada kunjungan dari kakak-kakak yang mengajak beraktivitas seperti bernyanyi, melukis, dan sebagainya.
Hal yang paling sulit selama pengobatan ialah melawan rasa sakit yang diderita. Tetapi di sisi lain Laila sangat bersyukur karena dari tim dokter, keluarga, serta Rumah Harapan Indonesia telah banyak mendukung dan memotivasi bahwa dia bisa melalui dan bisa sembuh.
Di tahun 2023, hasil pemeriksaan dari Medical Check Up sudah dinyatakan baik oleh dokter.
Saat ini Laila sudah lulus dari SMU dan sudah bekerja.
Dengan pankreas yang berfungsi 20% ini Laila selalu bersyukur karena bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik dan sudah lepas dari obat, suntik insulin 3x sehari dengan dosis yang tinggi. Dari pengalaman sakitnya, Laila banyak belajar mengubah pola makan menjadi lebih sehat dan sekarang lebih banyak mengkonsumsi sayur, buah dan daging-dagingan.
Harapan dan cita-citanya kelak ingin menjadi pengusaha dan membuka lowongan pekerjaan terutama untuk teman-teman Laila yang sedang berjuang. Terima kasih untuk semua pihak yang telah banyak membantu Laila, tiada yang mustahil bagi Allah.