Saat Tawa, Musik, dan Harapan Bertemu di Rumah Harapan Indonesia

Ada yang berbeda di Rumah Harapan Indonesia pada 20 Juni 2026.

Sejak pagi, rumah singgah kami dipenuhi gelak tawa dan wajah-wajah antusias.

Hari itu, anak-anak pejuang sembuh kedatangan tamu istimewa: Nikita Willy dan Indra Priawan, bersama Kitabisa dan Maestro In Training, sebuah komunitas pendidikan musik yang percaya bahwa setiap anak berhak merasakan kebahagiaan melalui musik dan kreativitas.

Bukan sekadar datang untuk berkunjung, mereka hadir untuk benar-benar menemani.Ruangan yang biasanya menjadi tempat anak-anak beristirahat setelah menjalani pengobatan, hari itu berubah menjadi ruang penuh keceriaan. Bersama tim Maestro In Training, anak-anak diajak mengenal berbagai alat musik, bernyanyi bersama, mengikuti permainan musikal, hingga mencoba memainkan nada demi nada dengan penuh rasa ingin tahu.

Tak peduli apakah mereka baru pertama kali memegang alat musik atau masih malu-malu bernyanyi. Yang terdengar hanyalah tawa, tepuk tangan, dan sorak gembira setiap kali sebuah lagu berhasil dimainkan bersama.

Nikita Willy dan Indra Priawan pun ikut larut dalam suasana hangat itu. Mereka duduk di tengah anak-anak, mengobrol, bermain, menggendong bayi-bayi yang sedang berjuang melawan penyakit, dan memberikan perhatian yang membuat setiap anak merasa begitu berharga.

Bagi anak-anak yang sebagian besar menghabiskan hari-harinya di rumah sakit untuk menjalani kemoterapi, operasi, terapi, maupun kontrol rutin, momen sederhana seperti bernyanyi dan bermain musik menjadi hadiah yang luar biasa. Selama beberapa jam, mereka tidak lagi memikirkan rasa sakit, jadwal pengobatan, atau kerinduan pada kampung halaman.
Yang ada hanyalah tawa.
Yang ada hanyalah kebahagiaan.

Selain menghadirkan pengalaman yang penuh makna, Nikita Willy dan Indra Priawan juga membawa berbagai donasi untuk mendukung kebutuhan anak-anak dan operasional Rumah Harapan Indonesia.
Namun, kisah kebaikan itu ternyata belum berakhir.

 

Beberapa waktu setelah kunjungan tersebut, Nikita Willy kembali menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan donasi pribadi sebesar Rp100.000.000 kepada Rumah Harapan Indonesia. Donasi ini menjadi dukungan nyata bagi keberlangsungan pelayanan bagi anak-anak pejuang sembuh dan keluarga mereka yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Bantuan tersebut akan digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang sering kali belum sepenuhnya ditanggung BPJS, mulai dari kebutuhan rumah singgah, makanan bergizi, susu medis, popok, transportasi menuju rumah sakit, hingga kebutuhan penting lainnya selama proses pengobatan.

Kami percaya, setiap kebaikan akan selalu menemukan jalannya untuk menghadirkan harapan.

Terima kasih kepada Nikita Willy, Indra Priawan, Kitabisa, dan seluruh tim Maestro In Training yang telah berbagi waktu, perhatian, talenta, dan kasih kepada anak-anak di Rumah Harapan Indonesia.

Musik yang dimainkan hari itu mungkin telah berhenti.
Namun kebahagiaan yang tercipta, semangat yang dibagikan, dan harapan yang ditinggalkan akan terus hidup di hati setiap anak yang sedang berjuang untuk sembuh.

Karena terkadang, sebuah lagu, pelukan hangat, dan kepedulian yang tulus mampu menjadi obat yang menguatkan hati untuk terus berjuang. ❤️